Meno Heluka diamankan di area Pasar Baru setelah sebelumnya terpantau selama kurang lebih dua hari berada di sekitar Terminal 88. Ia diduga hendak bergeser menuju wilayah Korowai. Tim Gakkum Unit Yahukimo bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan sebelum akhirnya mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti.
Selanjutnya, Meno Heluka dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman lebih lanjut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan pengembangan informasi di lapangan.
“Tim telah melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap pergerakan yang bersangkutan. Saat keberadaannya dipastikan, personel langsung bergerak cepat dan terukur sehingga yang bersangkutan berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas di sekitar lokasi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Diduga Terlibat Penembakan Babinsa
Berdasarkan pemeriksaan awal, Meno Heluka diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025. Korban merupakan prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Yahukimo, dengan tanggung jawab melaksanakan pembinaan teritorial serta menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Insiden penembakan terjadi saat korban sedang menjalankan tugas negara di wilayah yang tergolong rawan gangguan bersenjata.
Selain dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut, Meno Heluka juga disebut sebagai salah satu anggota inti kelompok Kopitua Heluka yang selama ini masuk dalam pemetaan aparat sebagai kelompok yang aktif melakukan aksi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penindakan terhadap anggota kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum.
“Setiap individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aparat maupun masyarakat sipil akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerja solid antarunsur di lapangan.
“Kami terus melakukan pemetaan dan profiling terhadap jaringan yang masih aktif. Pemeriksaan saat ini difokuskan untuk mendalami peran yang bersangkutan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut,” jelasnya.
Saat ini, Meno Heluka masih menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang Sat Reskrim Polres Yahukimo. Aparat memastikan seluruh proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam rangkaian aksi kekerasan di Yahukimo dan sekitarnya. (DEGE)
