WARTA HUMAS POLRI

Polda Kaltim Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Media Sosial di Era Digital


BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pengelolaan media sosial yang kian kompleks di era digital. Penegasan tersebut disampaikan dalam forum yang melibatkan kalangan akademisi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya akademisi, atas kontribusi dalam terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyerap pandangan objektif dan konstruktif guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam pelayanan publik dan merespons dinamika sosial.

“Kami membutuhkan masukan kritis dari berbagai pihak agar dapat merumuskan langkah strategis dalam pengelolaan media sosial yang bijak, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam diskusi, terungkap bahwa masyarakat saat ini telah memasuki fase digitalisasi menyeluruh, di mana teknologi informasi menjadi pilar utama pembentukan ruang publik baru. Media sosial bahkan disebut sebagai “alun-alun digital” yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan pembentukan opini publik.

Namun, di balik manfaatnya, sejumlah tantangan turut mengemuka. Mulai dari fenomena filter bubble yang berpotensi memperkuat polarisasi sosial, hingga maraknya penyebaran hoaks akibat derasnya arus informasi. Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan deepfake dinilai semakin mengaburkan batas antara fakta dan manipulasi.

Fenomena “pengadilan oleh netizen” juga menjadi sorotan, di mana opini publik di media sosial kerap berkembang lebih cepat dibandingkan proses hukum formal. Kondisi ini menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan persepsi publik.

Di tengah era post-truth, ketika emosi dan keyakinan pribadi kerap mengalahkan fakta objektif, sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Forum yang dipimpin langsung oleh Endar Priantoro ini turut dihadiri Wakapolda Kaltim Adrianto Jossy Kusumo serta Kabid Humas Polda Kaltim Yuliyanto dan para PJU 

Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan solusi konkret sebagai dasar perumusan kebijakan pengelolaan media sosial di Kalimantan Timur, sehingga kolaborasi yang terbangun dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. 

Jurnalis- Iwan 

Penerbit- H.Dege

Lebih baru Lebih lama