WARTA HUMAS POLRI

Kapolres PPU Tegas: Disiplin Wajib, Narkoba Pantang, Karhutla Harus Dicegah Sejak Dini



PENAJAM PASER UTARA – Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., menegaskan pentingnya disiplin, integritas dan profesionalisme seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolres saat memimpin Apel Pimpinan Polres PPU, Senin (10/8/2026). Dalam arahannya, terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian, yakni penguatan disiplin personel, komitmen memberantas penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolres menegaskan, disiplin merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas anggota Polri. Setiap personel wajib menaati ketentuan kedinasan, menjaga etika dan perilaku, serta melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.

Menurutnya, profesionalisme anggota Polri tidak hanya tercermin dari keberhasilan dalam menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dari sikap, integritas dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolres: Tidak Ada Toleransi bagi Personel Terlibat Narkoba

Dalam apel tersebut, AKBP Andreas memberikan perhatian khusus terhadap persoalan narkoba. Ia meminta seluruh personel menjauhi segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Sebagai aparat penegak hukum, anggota Polri harus menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus berada di garis terdepan dalam upaya pemberantasan narkoba. Karena itu, tidak boleh ada personel yang justru terlibat dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkotika.

“Tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat narkoba. Jauhi narkoba, jaga diri, jaga keluarga dan jaga nama baik institusi,” tegas AKBP Andreas.

Kapolres menekankan, komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi. Polri harus mampu menjaga kebersihan dan integritas personelnya sebelum mengajak masyarakat bersama-sama memerangi bahaya narkotika.

Perkuat Deteksi Dini dan Pencegahan Karhutla

Selain persoalan narkoba, Kapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres PPU.

Langkah preventif diminta dilakukan melalui patroli, sambang, deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat. Personel juga diminta segera merespons setiap informasi terkait potensi kebakaran dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Jangan menunggu api membesar. Lakukan pencegahan dan deteksi dini. Kehadiran anggota di tengah masyarakat harus mampu mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.

Kapolres menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama karena karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Personel Diminta Jaga Marwah Institusi

Di akhir arahannya, AKBP Andreas kembali mengingatkan bahwa setiap anggota Polri merupakan representasi institusi di tengah masyarakat. Karena itu, perilaku, kedisiplinan dan integritas personel akan turut menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Seluruh personel diminta menghindari berbagai bentuk pelanggaran, menjaga solidaritas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Melalui Apel Pimpinan tersebut, Polres Penajam Paser Utara meneguhkan komitmen untuk membangun sumber daya manusia Polri yang disiplin, berintegritas, bersih dari narkoba, peduli terhadap lingkungan dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Arahan Kapolres diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. (DEGE)

Lebih baru Lebih lama