WARTA HUMAS POLRI

KKN UINSI Gelar Seminar Anti-Bullying di SMA Al-Hayat Samboja, Dorong Siswa Berani Cegah Perundungan



SAMBOJA BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Sungai Merdeka Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Seminar Anti-Bullying bertema “Sekolah Ramah Tanpa Bullying: Berani Peduli, Berani Bertindak” di SMA Al-Hayat Samboja, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya bullying atau perundungan, mengenali berbagai bentuk perundungan, serta membangun keberanian untuk menolak, mencegah, dan menghentikan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Seminar menghadirkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Merdeka, Briptu Nur Eko Trisniawan Putra, S.H., sebagai pemateri. Kegiatan turut dihadiri Kepala SMA Al-Hayat Samboja Abd. Azis Suudi, S.Pd., jajaran guru, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para siswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari ketua panitia KKN dan Kepala SMA Al-Hayat Samboja. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa sebelum memasuki sesi utama.

Dalam pemaparannya, Briptu Nur Eko Trisniawan Putra menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya terhadap korban maupun pelaku.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai, berani berbicara ketika mengalami atau menyaksikan perundungan, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain.

Kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan bullying yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah “Pohon Harapan”. Para siswa diberikan sticky notes berbentuk daun untuk menuliskan pengalaman maupun refleksi terkait perilaku bullying yang pernah mereka alami atau lakukan.

Catatan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon yang telah disiapkan panitia sebagai simbol harapan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai bahaya bullying, tetapi juga diajak melakukan refleksi terhadap perilaku yang mungkin selama ini dianggap sepele namun dapat berdampak terhadap orang lain.

Kegiatan KKN UINSI 2026 Kelurahan Sungai Merdeka ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih peduli, berani bersikap, dan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat.

Sinergi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, guru, dan seluruh warga sekolah diharapkan terus diperkuat. Sebab, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas bullying bukan hanya tanggung jawab korban maupun sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. (DEGE)

Lebih baru Lebih lama