SAMBOJA – Respons cepat personel Polsek Samboja bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan eks tambang batubara yang telah direklamasi milik PT Fazar Utama Abadi, Jalan Soekarno-Hatta Km 48, RT 017, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (24/8/2026).
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya titik api. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Samboja bersama Satgas Penanggulangan Api Tahura langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, berdasarkan pengecekan awal, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Vegetasi yang terbakar berupa tanaman sengon dan akasia di kawasan bekas tambang.
“Begitu mendapatkan informasi, personel langsung menuju lokasi bersama tim terkait. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan proses pemadaman karena terdapat material bekas aktivitas tambang, termasuk tumpukan ban yang ikut terbakar,” ujar AKP Mohamad Yazid.
Situasi semakin sulit pada malam hari ketika api merambat ke tumpukan ban bekas. Kobaran api yang membesar membuat petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyekatan untuk mencegah api menjalar ke kawasan sekitar.
Penanganan kemudian diperkuat Manggala Agni Samboja Barat dan Damkar Samboja. Sebanyak 42 personel gabungan dari Polsek Samboja, Koramil Samboja, Damkar, Manggala Agni, Jasa Marga, PMI, serta Ormas Serdaduq Pasukan Merah dikerahkan ke lokasi.
Dengan dukungan kendaraan pemadam dan berbagai peralatan, petugas melakukan pembasahan serta penyekatan hingga kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.00 WITA. Namun, petugas masih menemukan bara pada sisa ban terbakar sehingga pemantauan dan penanganan lanjutan tetap dilakukan.
“Pemadaman akan terus dipastikan sampai kondisi benar-benar aman. Kami juga melakukan penyekatan dan pemantauan terhadap bara yang masih tersisa agar tidak kembali menimbulkan api,” jelasnya.
Penanganan lanjutan dilakukan pada Selasa (25/8/2026) dengan dukungan peralatan tambahan dari Damkar Kecamatan Samboja. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas mendalami berbagai kemungkinan, termasuk kondisi cuaca dan faktor lain yang berkaitan dengan munculnya titik api.
AKP Mohamad Yazid mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya. (DEGE)
