Kunjungan tersebut dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam RI, Parwito, dan disambut Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Restika Pardemean Nainggolan, didampingi Wakil Direktur, para pejabat utama, serta perwira menengah dan pertama jajaran Ditpolairud.
Kegiatan diawali dengan penyambutan, kemudian dilanjutkan konsolidasi dan pemaparan di Ruang Data Ditpolairud. Dalam paparannya, Dirpolairud menyampaikan gambaran umum situasi wilayah perairan Kalimantan Timur, termasuk kondisi kawasan perbatasan, kekuatan personel, pergelaran markas unit, serta dukungan sarana dan prasarana kapal patroli.
Selain itu, dipaparkan pula sejumlah potensi kerawanan di wilayah perairan, seperti pencurian dengan kekerasan dan pemberatan, illegal mining, illegal logging, illegal oil, pencurian di atas kapal, illegal fishing, hingga peredaran narkotika. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, tercatat 38 kejadian menonjol di wilayah perairan hukum Polda Kaltim yang ditangani Ditpolairud dan Satpolairud jajaran Polresta/Polres.
Dirpolairud juga menjelaskan pelaksanaan program unggulan dari Badan Pemelihara Keamanan Polri, seperti Sambang Presisi, perpustakaan terapung, klinik terapung, penanaman dan pembibitan mangrove, bakti sosial, serta Gerakan Indonesia Asri. Kesiapsiagaan SAR dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor, termasuk pengamanan kawasan wisata pantai, turut menjadi perhatian.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Parwito menegaskan bahwa pengamanan wilayah perairan Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu instansi semata. Diperlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Ia juga menyoroti posisi strategis Kalimantan Timur yang dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II), sebagai jalur pelayaran terpadat kedua di Indonesia. Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan pengawasan intensif serta dukungan anggaran dan sarana prasarana yang memadai.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan alat utama serta sarana dan prasarana di hanggar Ditpolairud Polda Kaltim guna memastikan kesiapan operasional dalam mendukung tugas pengamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan koordinasi antara Kemenko Polkam RI dan Ditpolairud Polda Kaltim semakin solid dalam menjaga stabilitas keamanan perairan nasional, khususnya di wilayah strategis Kalimantan Timur. (Dege)


