Kegiatan yang menghadirkan pendakwah nasional Hanan Attaki itu dihadiri sekitar 1.000 jamaah dari berbagai kalangan, baik ikhwan maupun akhwat.
Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebagai bagian dari upaya menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H. Selain meningkatkan kualitas spiritual, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong produktivitas serta memperkuat nilai persatuan dan kesatuan bangsa melalui refleksi kebangsaan dan penguatan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Ak., M.B.A., Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Hanugroho, Ketua Yayasan Endan Andansih Dr. H. Endang Usman, SH., SS., MA., jajaran Direksi Bank Mandiri, Kepala Cabang Mandiri Karawang, serta para tamu undangan lainnya.
Tekankan Pentingnya Meluruskan Niat
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah pada pukul 15.30 WIB, dilanjutkan pembukaan oleh panitia, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Pondok Tahfidz, serta sambutan dari Ketua Yayasan Endan Andansih.
Dalam sambutannya, Dr. H. Endang Usman menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas kehidupan.
Menurutnya, tema kajian menjadi pengingat agar setiap amal dan usaha diniatkan semata-mata karena Allah SWT. Ramadan disebutnya sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjadikan setiap langkah sebagai ladang pahala yang berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Hanan Attaki: Niat Karena Allah Hadirkan Ketenangan
Memasuki tausyiah utama, Hanan Attaki menyampaikan bahwa kelelahan hidup sering kali bukan disebabkan kurangnya usaha, melainkan karena keliru dalam menata niat.
“Amal yang tampak sama bisa memiliki nilai berbeda di sisi Allah, tergantung pada niat yang melandasinya. Niat karena manusia membuat seseorang mudah kecewa, sedangkan niat karena Allah menjadikan setiap lelah bernilai ibadah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, Allah tidak menjanjikan hidup tanpa ujian, namun menjanjikan kemudahan dan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Kemudahan tersebut, kata dia, tidak selalu berupa hilangnya masalah, melainkan dapat hadir dalam bentuk ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta solusi yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kegiatan keagamaan seperti ini juga diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial serta situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadan di tengah masyarakat.
Tausyiah ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.50 WIB dan dilanjutkan dengan agenda internal serta persiapan buka bersama bagi tamu VIP di Rumah Singgah.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta mendapat respons positif dari para jamaah yang hadir
