WARTA HUMAS POLRI

Praktik Pengetapan BBM Disorot, Warga Minta Polda Kaltim dan Polres Paser Bertindak


Paser Belengkong — Keresahan masyarakat terkait dugaan praktik pengetapan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Paser Belengkong kian memuncak. Warga secara terbuka mendesak Polda Kalimantan Timur dan Polres Paser untuk segera turun tangan melakukan penindakan tegas.

Lonjakan antrean kendaraan di salah satu SPBU setempat dilaporkan hingga ratusan mobil per hari. Warga menduga sebagian besar kendaraan tersebut merupakan pelaku pengetapan yang melakukan pengisian berulang, bahkan ada yang memiliki lebih dari satu unit mobil untuk mengambil BBM bersubsidi.

Kondisi ini diperparah dengan tidak beroperasinya layanan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU lain akibat kerusakan alat. Situasi tersebut membuat aktivitas pengisian terpusat di Paser Belengkong, yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan.

“Sejak subuh, sekitar jam 5 pagi, kami sudah antre. Tapi sering kali tidak kebagian karena diduga banyak pengetap,” ujar seorang warga.

Warga menilai praktik ini telah merugikan masyarakat luas dan berpotensi menyebabkan distribusi BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, mereka meminta aparat kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan ketat, penertiban, serta penegakan hukum tanpa tebang pilih.

Selain penindakan terhadap pelaku, masyarakat juga berharap adanya evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengawasan di SPBU agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah yang akan diambil. Namun, masyarakat menegaskan bahwa tindakan cepat dan tegas sangat dibutuhkan untuk mengembalikan keadilan dalam distribusi BBM bersubsidi. (TIM)

Lebih baru Lebih lama