Penegasan tersebut disampaikan setelah personel Intelkam Polsek Balikpapan Timur melakukan pengecekan langsung di lapangan menyusul viralnya video disertai narasi provokatif yang menyebut kejadian tersebut terjadi di sekitar Kelurahan Manggar dan SMPN 8 Balikpapan Timur.
“Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh personel di lapangan, tidak ditemukan adanya kejadian pembunuhan maupun tindak kekerasan sebagaimana yang beredar di media sosial. Situasi wilayah Balikpapan Timur aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen, SH., MH.
Hasil penelusuran kepolisian menyebutkan bahwa video yang viral tersebut merupakan dokumentasi kasus lama yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Desember 2024 dan bukan peristiwa yang terjadi di Balikpapan Timur.
Dalam kasus sebenarnya, peristiwa tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan telah ditangani pihak kepolisian setempat.
AKP M. Chusen, SH., MH., juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih yang disebarkan melalui media sosial dengan narasi provokatif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Saat ini Polsek Balikpapan Timur juga terus melakukan patroli siber serta penelusuran terhadap akun penyebar awal informasi hoax tersebut guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Balikpapan Timur. (DEGE)
