BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebanyak 350 personel gabungan disiagakan melalui Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Lapangan M. Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Selasa (11/8/2026).
Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas seluruh unsur terkait.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang jumlah personel dan peralatan, tetapi bagaimana seluruh unsur dapat bergerak secara cepat, terpadu dan terkoordinasi ketika terjadi bencana,” tegas Wakapolda Kaltim.
Menurutnya, potensi Karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama antara TNI-Polri, pemerintah daerah, stakeholder, relawan hingga masyarakat. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, stakeholder, relawan dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla,” ujarnya.
Apel tersebut melibatkan personel dari unsur TNI, Satbrimob Polda Kaltim, Dit Samapta, Ditpolair, Ditreskrimsus, Basarnas, BPBD serta relawan kebencanaan.
Wakapolda menekankan, kesiapan personel dan sarana prasarana harus diikuti dengan kemampuan untuk bertindak cepat di lapangan. Setiap indikasi maupun titik api harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Polda Kaltim juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau potensi Karhutla.
“Kita tidak boleh menunggu sampai api membesar. Pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus dilakukan sejak awal,” pungkas Wakapolda. (DEGE)

