Balikpapan – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalimantan Timur menggelar Lomba dan Seni Burung Berkicau Kapolda Kaltim Cup 2026 di Mako Ditpamobvit Polda Kaltim Km 13, Balikpapan Utara, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Irjen Pol Endar Priantoro dan dihadiri oleh Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, para pejabat utama Polda Kaltim, panitia pelaksana, dewan juri, serta komunitas dan klub pecinta burung berkicau dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Tercatat sebanyak 235 peserta mendaftar secara online dan 69 peserta melakukan pendaftaran langsung pada hari pelaksanaan untuk tiga kelas awal. Panitia juga menyiapkan hingga 43 kelas perlombaan yang mempertandingkan berbagai jenis burung, seperti Murai Borneo, Cucak Hijau, Kacer, Cendet, Kenari, Love Bird, hingga Murai Bebas.
Selain memperebutkan gelar juara di masing-masing kelas, panitia juga menyediakan penghargaan khusus bagi burung terbaik setiap kategori serta Juara Umum Bird Club (BC) dan Single Fighter (SF). Berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda motor, perangkat elektronik hingga paket sembako, turut menambah semarak kegiatan.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan.
“Di usia ke-80 tahun, Polri terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” ujar Kapolda.
Menurutnya, lomba burung berkicau tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antar pecinta burung, berbagi pengetahuan mengenai perawatan dan pelatihan burung, serta sarana hiburan yang edukatif bagi masyarakat.
Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hobi dan upaya pelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pecinta burung untuk mendukung konservasi dan menjaga kelestarian habitat burung di alam.
“Burung yang berkicau di arena lomba tidak boleh dibayar dengan hilangnya suara burung di hutan. Kecintaan terhadap burung harus menjadi bagian dari solusi konservasi, bukan ancaman bagi kelestariannya,” tegasnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini dinilai turut memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, mulai dari peternak burung, produsen pakan, pengrajin sangkar, hingga para perawat burung.
Melalui Lomba dan Seni Burung Berkicau Kapolda Kaltim Cup 2026, Polda Kaltim berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus mendorong pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80. (DEGE)
